Hipertensi adalah “silent killer” atau penyakit yang membunuh secara diam-diam, yaitu suatu kondisi ketika tekanan darah lebih tinggi dari nilai normal.
Hal ini karena penderita hipertensi umumnya tidak mengalami gejala apa pun, sampai tekanan darahnya sudah terlalu tinggi dan mengancam nyawa.
Sistolik: 110-120 mmHg
Diastolik: 70-80 mmHg
Sistolik: 120-139 mmHg
Diastolik: 80-89 mmHg
Sistolik: 140-159 mmHg
Diastolik: 90-99 mmHg
Sistolik > 160 mmHg
Diastolik > 100 mmHg
Komplikasi dari Hipertensi adalah sbb:
Pengobatan utama nya menggunakan nutrisi fungsional sel untuk pembenahan metabolisme tubuh dan mengurai plak penyebab terjadinya tekanan darah tinggi tersebut.
Penting Bagi Penderita Hipertensi
Cara Pengobatan Simptomatik Hipertensi
Penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama dari serangan jantung dan kategori penyakit degeneratif.
Penyakit jantung koroner adalah kondisi ketika pembuluh darah jantung (arteri koroner) terjadi penyempitan karena tersumbat oleh timbunan plak Trigliserida dan Kolesterol (aterosklerosis) dan gumpalan darah.
Pada awalnya, kondisi ini mungkin tidak menyebabkan gejala. Namun, sumbatan total pada arteri koroner dapat menyebabkan serangan jantung.
Penumpukan lemak/ plak di arteri koroner membuat pembuluh darah ini menyempit dan mengeras. Akibatnya, aliran darah dan asupan oksigen ke otot jantung berkurang.
Ketika asupan oksigen berkurang, otot jantung bisa rusak sehingga kemampuannya untuk bekerja juga menjadi terbatas. Hal inilah yang menyebabkan gejala serangan jantung, seperti nyeri dada kiri dan sesak napas.
Untuk mengurai dan menghilangkan plak tersebut menggunakan nutrisi fungsional sel.
Permasalahan jantung koroner bisa dicegah dan ditangani dengan mengikuti Program Pendampingan Bodi Kalibrasi.
Penyebab Terjadinya Gangguan Jantung dan Berbagai Penyakit Degeneratif lainnya
Jantung Koroner
Diabetes adalah kondisi dimana gula dalam darah seseorang berada dalam kadar yang tinggi. Diabetes terjadi karena gula, yang seharusnya menjadi makanan sel, tidak dapat masuk kedalam sel.
Hal ini bisa terjadi karena adanya resistensi insulin. Insulin adalah hormon yang bertanggung jawab untuk membawa gula ke dalam sel untuk diolah menjadi energi.
Ketika terjadi resistensi insulin, insulin tidak cukup banyak untuk membawa gula ke dalam sel untuk diolah menjadi energi. Gula tidak dapat masuk ke dalam sel, terjadi banjir gula dalam darah sehingga dinamakan diabetes.
Resistensi insulin terjadi akibat plak yang menutupi reseptor sel sehingga dibutuhkan lebih banyak insulin agar gula dapat masuk ke dalam sel.
Plak terjadi akibat dari ketidaksempurnaan pencernaan yang terjadi di lambung, mengakibatkan trigliserida (minyak dan lemak) tidak dapat dipecah dengan baik dan menjadi plak. Plak inilah yang akhirnya menutupi reseptor sel sehingga terjadi resistensi insulin.
Sehingga solusi dari diabetes adalah perbaikan lambung. Lambung yang baik dapat mencerna makanan dengan baik sehingga Trigliserida dapat diolah tubuh menjadi energi dan tidak menjadi plak.
Selain memperbaiki lambung agar tidak bermasalah, juga harus melaksanakan pola hidup sehat dengan petunjuk Bodi Kalibrasi.
Gejala awal diabetes meliputi : sering merasa haus dan lapar, mulut kering, sering buang air kecil (terutama di malam hari), penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, luka yang sulit sembuh, pandangan kabur, sering merasa lelah, infeksi jamur / gatal-gatal di kulit, disfungsi ereksi, rasa terbakar, kaku dan nyeri pada kaki, bercak hitam di sekitar leher, ketiak, dan selangkangan, (akantosis nigrikans) yang menjadi tanda resistensi insulin.
Permasalahan diabetes bisa dicegah dan ditangani dengan mengikuti Program Pendampingan Bodi Kalibrasi.
Siapa Bilang Diabetes Tidak Bisa Disembuhkan?
Penyebab & Solusi Sembuh Diabetes
Asma adalah penyakit kronis yang ditandai dengan penyempitan dan peradangan saluran pernapasan yang mengakibatkan sesak (sulit bernapas).
Beberapa poin penting tentang Asma:
* Sifat Penyakit: Asma adalah penyakit jangka panjang (kronis).
* Kondisi Saluran Napas: Saluran napas penderita asma menjadi sensitif terhadap berbagai pemicu (alergen, udara dingin, polusi, aktivitas fisik, dll.).
* Reaksi Tubuh: Ketika terpapar pemicu, otot-otot di saluran pernapasan mengencang (menyempit), terjadi peradangan, dan produksi dahak (mukus) meningkat.
* Gejala Umum: Keterbatasan aliran udara ini menyebabkan gejala seperti:
* Sesak napas (rasa sulit bernapas atau tertekan di dada).
* Mengi (suara siulan atau wheezing saat bernapas, terutama saat mengeluarkan napas).
* Batuk (terutama pada malam hari atau dini hari).
* Sesak dada atau nyeri dada.
Pengobatan utama nya menggunakan nutrisi fungsional sel dan kemudian bisa dilanjutkan dengan Terapi Anatomi Fisik Bodi Kalibrasi utk mempercepat proses kesembuhan dan menanggulangi rasa sakit, nyeri, sesak napas dsb yg menyertai penyakit dalam / degeneratif tersebut.
Anxiety adalah perasaan cemas, khawatir, atau takut yang berlebihan, berlangsung secara intens, sulit dikendalikan, dan mengganggu aktivitas sehari-hari, seringkali disertai gejala fisik seperti jantung berdebar, sulit tidur, dan masalah pencernaan.
Ini adalah kondisi kesehatan mental yang umum dan memerlukan perhatian jika memburuk, bisa dipicu oleh stres, trauma, atau faktor penyakit dalam/degeneratif seperti gangguan lambung (GERD), jantung dan hormonal.
GERD adalah kondisi di mana asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan, menyebabkan gejala seperti sensasi terbakar di dada (heartburn), rasa tidak nyaman di ulu hati, dan mual. Gangguan ini dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang dan menimbulkan stres yang berkontribusi terhadap kecemasan.
Hubungan antara GERD dan kecemasan bisa menjadi kompleks. Beberapa orang mungkin mengalami kecemasan yang meningkat sebagai respons terhadap gejala yang tidak nyaman atau sering muncul akibat GERD. Kecemasan ini bisa berupa kekhawatiran yang berlebihan tentang gejala, takut akan serangan asam lambung, atau bahkan kecemasan sosial takut ketemu orang bahkan perasaan takut mati dll.
Di sisi lain, kecemasan itu sendiri juga dapat menjadi faktor pemicu yang meningkatkan gejala GERD.
Stres dan kecemasan yang tinggi dapat mempengaruhi fungsi sistem pencernaan, termasuk meningkatkan produksi asam lambung, memperlambat pencernaan, atau memperburuk gejala perut seperti kembung dan nyeri.
Permasalahan gangguan lambung yang tidak segera dibenahi ataupun penanganan yang salah dalam pengobatannya menjadikan terpicu munculnya berbagai penyakit degeneratif.
Pada dasarnya semua penyakit degeneratif termasuk Gangguan Lambung, Hipertensi, Jantung, Stroke, Diabetes dll cara penanganan nya sbb:
Adapun untuk memastikan proses penyembuhan penerapan kesehariannya sudah benar, maka silahkan mengikuti Program Pendampingan Bodi Kalibrasi (diberikan bimbingan dalam WA Grup Khusus Pendampingan).
Program Pendampingan Penyakit Kardiovaskular – 4AD (Paket 30 hari)
Proses penyembuhan rata-rata antara 3-6 bulan namun aktual nya sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Cara Kerja Produk NFS BK dan Mekanisme Penyembuhan
Hipertensi, Jantung & Diabetes
Jantung Koroner Sumbatan Bersih
Gagal Jantung Kronis
Pasien 11 Ring Jantung divonis Pasang Ring lagi / Bypass
Pasien 11 Ring Jantung setelah 3 Bulan Program Pendampingan Bodi Kalibrasi
Pasien 11 Ring Jantung setelah 1 tahun kemudian dan tambah sehat wal’afiat
Diabetes Sembuh Tanpa Obat
Turun HbA1c tanpa Obat
Beragam Cara Penyembuhan Diabetes, Pilih Mana..?
Sembuh Diabetes
WA Grup Bodi Kalibrasi
Awal mula terjadinya Penyakit Dalam / Degeneratif
Kunci Keberhasilan Pengobatan Penyakit Dalam / Degeneratif
Laporan Sembuh Diabetes
Jantung Koroner Sesak Nafas
Jantung Koroner
Sembuh Diabetes & Jantung Koroner
1. Pesan produk Paket 1 Bulan kepada Admin BK (Sertakan gbr produk yang sudah disarankan).
Program Pendampingan Penyakit Kardiovaskular – 4AD (Paket 30 hari)
2. Berikutnya peserta atau yang mewakili akan dimasukkan dalam WA Grup Khusus Pendampingan untuk didampingi, konsultasi dsb selama masa program pengobatan berlangsung.
Untuk mengetahui lebih lanjut perihal Bodi Kalibrasi bisa mengikuti WA Grup Konsul Umum BK :